KPU Kota Kotamobagu | Media Center KPU Kotamobagu

Sampai Jumpa di Pilwako KK 2018

12631309_10204109605140742_8801328224251875760_n

KOTAMOBAGU – Pleno Penetapan Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Utara hasil Pilkada Serentak 2015 di Peninsula Hotel Manado, Sabtu (23/01/16), menjadi ajang reuni bagi seluruh Komisioner KPU kabupaten/kota se-Sulut.

Karena itu pemandangan yang tak mengherankan usai acara para Komisioner pun langsung melepas kerinduan setelah lama tidak bertemu lantaran disibukkan oleh penyelenggaraan Pilgub Sulut 2015, diantaranya dengan berfoto.
“Kami bangga dengan kerja kawan-kawan di 15 kabupaten/kota yang bersemangat dan memubuktikan diri sebagai yang terbaik,” kata Yessy Momongan, Ketua KPU Sulut, usai acara.

Bahkan Yessy mengaku dirinya merasa bangga dengan komitmen dan kerja keras semua pihak sehingga pelaksanaan Pilgub Sulut bisa berlangsung dengan baik, aman, kondusif dan berintegritas.

“Tidak lupa kita selalu memanjatkan doa untuk kawan Ester, Komisioner KPU Bolsel, yang meninggal di saat-saat pekerjaan tengah membutuhkan dia. Semoga Tuhan memberikan tempat yang layak buat Ibu Ester.”

Yang tak kalah bersemangatnya adalah lima komisior KPU Kotamobagu. Meski mereka harus berangkat hanya menggunakan satu mobil dari Kotamobagu pukul 05.00 wita, tak mengurangi semangat menghadiri acara tersebut.

“Kesuksesan Pilgub Sulut kesuksesan kita semua, KPU, Panwaslu, Pemda dan masyarakat. Tanpa itu semua pilgub tidak bisa berjalan dengan baik,” kata Nayodo Koerniawan, Ketua KPU Kotamobagu diiyakan empat komisioner lainnya.

Apapun hasil yang diperoleh dalam pelaksanaan Pilgub tersebut, masih kata Nayodo, merupakan pilihan rakyat dan harus dihargai.

“Yang terpenting dari semua itu kita bisa melaksanakan dan menyelenggarakan Pilgub Sulut, khususnya di Kotamobagu dengan baik dan kondusif.”

Diakhir pertemuan dan berjabat tangan, lima komisioner KPU Kotamobagu tidak lupa memberikan selamat kepada seluruh komisioner KPU Sulut yang sudah sukses melalui tahapan-tahapan pelaksanaan Pilgub.

“Sampai jumpa di Pilwako Kotamobagu 2018,” pungkas Nayodo cs. (**)

Tahun Baru Semangat Baru

Slide-Komisioner

KOTAMOBAGU – Di Tahun Baru 2016 yang akan segera datang, KPU Kota Kotamobagu sudah mencanangkan motto kinerja; “Kerja Cerdas, Kerja Tuntas dan Kerja Berintegritas.”

“Motto tersebut bukan saja untuk komisioner tapi juga seluruh staf sekretariat di lingkungan KPU Kota Kotamobagu. Kita punya predikat terbaik nasional, karena itu harus dipertahankan dan jangan sampai bermasalah,” tegas Nayodo Koerniawan, di ruang kerjanya, Kamis (31/12/15).

Didampingi empat komisioner lainnya, Asep Sabar, Nova Tamon, Aditya Tegela dan Iwan Manoppo, Nayodo atas nama KPU Kota Kotamobagu mengucapkan selamat memasuki Tahun Baru 2016. “Mudah-mudahan ditahun baru kita akan punya spirit baru dan semangat baru.” (**)

Riset: Momok Politik Uang

12360201_145186979177750_1448240177137139493_n

KOTAMOBAGU – Tahun 2015 tak lama lagi akan pergi. Demikian pula kenangan selama pelaksanaan Pemilu 2014 dan Pilkada Serentak 2015 akan pergi meninggalkan kita.

Diakhir tahun 2015 ini KPU Kota Kotamobagu punya catatan serta refleksi pelaksanaan Pemilu 2014. Berdasarkan hasil riset yang dilakukan sebuah kampus terbesar di Kotamobagu bekerjasama dengan KPU Kotamobagu, 52,5 persen responden ternyata tahu pesta demokrasi di daerah ini diwarnai politik uang.

Menurut riset, berdasarkan hasil pengolahan data, pada indikator kegiatan pemberian uang, dari 198 responden yang dihubungi, hanya 18 responden (9,1 persen) yang menyatakan aksi pemberian uang pada kegiatan Pilwako maupun Pemilu 2014 tidak pernah terjadi. Yang menakjubkan, justru sebanyak 104 responden (52,6 persen) menyatakan benar ada aksi bagi-bagi uang pada pilwako maupun pemilu kemarin. Alasan mereka menyaksikan sendiri, mendengar, mengetahui dan bahkan menerima uang politik tersebut.

Yang tidak kalah menarik, indikator yang dikembangkan dalam riset tersebut terkait dengan prilaku masyarakat dimana hanya 24 persen masyarakat yang memilih pemimpinnya didasarkan pada latar belakang dan program kandidat. Sementara 34,3 persen lainnya didasarkan atas pemberian uang, hadiah, jabatan politik, fisik yang menarik, hubungan kekerabatan dan tingkat popularitas kandidat.

Hipotesis Tim Riset, selain jual beli suara, bentuk cara lain yang dikembangkan dalam pesta demokrasi adalah adalah klientelisme (warga dijadikan ‘mesin’ politik kandidat) dan bisa partisan (program untuk simpati warga). Bentuknya mirip dengan jual beli suara dengan maksud menukar janji-janji kandidat dengan suara pemilih.

Bukti yang dikembangkan Tim Riset yakni begitu banyaknya proposal yang masuk ke para kandidat yang sebagian besar berisi permintaan uang untuk mengatasi masalah-masalah warga. Di sisi lain, kandidat pun menebarkan janji-janji untuk memberikan imbalan jika terpilih dan berusaha keras untuk memaksimalkan sumber-sumber ekonominya guna membiayai pencalonannya dan memenangkan persaingan. Jadi, tidak ada yang diuntungkan, kandidat dan warga/pemilih sebetulnya sama-sama merugi.

Diakhir laporan risetnya, mereka memberikan kesimpulan bahwa berdasarkan hasil pengolahan data dan pengujian hipotesis yang telah dilakukan, maka dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh secara signifikan antara politik transaksional terhadap perilaku pemilih di Kota Kotamobagu sebesar 4,3 persen.

Hal ini dapat dilihat berdasarkan pada beberapa indikator politik transaksional khususnya mengenai kegiatan pemberian uang pernah terjadi sebesar 52,6 persen, mengenai kegiatan pemberian hadiah (imbalan, sembako dan diluar uang sering terjadi sebesar 52,6 persen, mengenai kegiatan pemberian jabatan politik di Kota Kotamobagu pernah terjadi sebesar 56,6 persen. Kemudian pada indikator perilaku pemilih secara rasional memiliki perilaku yang baik sebesar 59,5 persen dan indikator emosional memiliki perilaku yang baik sebesar 40,5 persen.

Dari hasil riset tersebut tim merekomendasikan kepada KPU Kotamobagu untuk melakukan pendidikan Pemilih, baik terkait demokrasi, politik dan kepemimpinan, kepada masyarakat secara terus-menerus sehingga dapat memberikan pemahaman dan kesadaran kepada masyarakat akan pentingnya kehidupan berdemokrasi yang sehat agar dapat menghasilkan pemimpin-pemimpin yang tidak hanya legitimate tetapi juga pemimpin yang jujur, berkompeten dan dapat diterima dengan luas. (**)

Warga Apresiasi Kinerja KPU KK

12366445_1699769490267650_2711592463388855610_n

KOTAMOBAGU – Kesuksesan KPU Kotamobagu bersama seluruh jajarannya dibawah dalam mengelola Pilkada Serentak 2015 di daerah ini mendapat respon positif dari berbagai kalangan.

Sebut saja Ardi Datundugon di akun facebook kpu.kotamobagu mengatakan dirinya bangga menjadi bagian dari penyelenggara ditingkat bawah. Menurutnya; “Bangga menjadi bagian terkecil dari penyelenggara pesta demokrasi di kotamobagu..mantap KPU Kotamobagu!” (Diposting tanggal 19 Desember 2015 pukul 00.25 wita.

Yang tak kalah menariknya pernyataan dari warga Kotamobagu, Ijek Binol katanya, “Dua jempol untuk KPU Kotamobagu. Integritas serta indepedentnya mantaap.. Pertahankan.. Syukur moanto utat.”

Ketua KPU Kotamobagu, Nayodo Koerniawan, sendiri tidak bisa menampik bahwa keberhasilan pelaksanaan Pilgub Sulut 2015 di Kotamobagu buah karya semua kalangan, mulai dari PPDP, KPPS, PPL, PPS, PPK, Panwascam, Panwaslih Kotamobagu, Polres Bolmong, KODIM, Pemkot Kotamobagu dan seluruh stabkeholder.

“Tanpa mereka mustahil Pilkada Serentak 2015 di daerah ini bisa sekondusif kemarin,” Kata Nayodo yang baru saja dikarunia putrid keduanya 17 Desember 2015 kemarin.

Hal yang sama juga disampaikan empat komisioner lainnya, Asep Sabar, Nova Tamon, Aditya Tegela dan Iwan Manoppo. “Hal terpenting dari semua itu adalah soliditas dan kekompakan diantara sesama penyelenggara, tanpa itu pasti akan berantakan,” ujar mereka di kantornya Senin (21/12/15).

Ketika ditanya tahapan apalagi setelah Rapat Pleno Rekapitulasi, mereka menjawab, yaitu penetapan calon yang langsung akan dilakukan oleh KPU Provinsi Sulawesi Utara.

“Karena ini Pilgub, jadi penetapannya langsung dilakukan di provinsi. KPU Kabupaten/Kota kemungkinan hanya jadi peserta dan undangan,” tambah Aditya Tegela, komisioner yang menangani teknis penyelenggara, hukum dan pengawasan. (**)

Barat Kantongi DPTb-2 & DPPh Terbanyak

_MG_0002

KOTAMOBAGU – Rapat Pleno Rekapitulasi Suara Pilgub Sulut 2015 tingkat KPU Kotamobagu berakhir tepat pukul 17.15 wita.

Banyak catatan Panwas Kotamobagu yang disampaikan dalam rapat pleno terbuka tersebut, diantaranya untuk kecamatan Kotamobagu Barat adalah perbaikan kesalahan penulisan di form DA-1 oleh PPK, karena setelah dibuka C1 ternyata berbeda dengan apa yang ada ditangan PPK.

“Secara keseluruhan tidak ada problem yang terjadi antara PPK, Panwascam dan Panwas. Kami sejak awal memang sengaja mengundang Panwascam agar persoalan tidak berlarut-larut dan tuntas di Pleno KPU Kotamobagu,” tegas Nayodo Koerniawan, Ketua KPU Kotamobagu didampingi empat komisioner lainnya.

Dari hasil rekapitulasi tersebut terdata bahwa jumlah DPTB-2 atau pemilih di Kota Kotamobagu yang menggunakan identitas saat pemungutan suara sebanyak 738 orang, sedangkan yang masuk kategori pemilih pindahan (DPPh) sebanyak 97 orang.

Pemilih DPTb-2 terbanyak berada di Kotamobagu Barat, tepatnya di kelurahan Mogolaing 93 pemilih, Kelurahan Kotamobagu 49 pemilih dan Kelurahan Gogagoman 81 pemilih. Untuk Kotamobagu Selatan di kelurahan Pobundayan 55 pemilih dan Motoboi kecil 23 pemilih. Sementara di Kotamobagu Timur ada di Kelurahan Kotobangon 66 pemilih dan Kelurahan Tumubui 38 pemilih, Desa Moyag 36 pemilih.

Terkait dengan partisipasi masyarakat, tidak ada perubahan sebagaimana yang sudah diinformasikan beberapa waktu lalu, yakni 53,48 persen. Dari total pemilih sebagaimana tercantum dalam DPT dan DPTb-1 sebanyak 87.809 pemilih hanya 46.959 yang menggunakan hak pilihnya.

Setelah rapat pleno ini KPU Kotamobagu akan mengikuti Rapat Pleno Tingkat Provinsi Sulawesi Utara yang akan digelar Jumat (18/12/15) lusa. (**)

Pleno, Sempat Buka Plano

_MG_0025

KOTAMOBAGU – Meski sempat molor satu jam dari waktu yang ditentukan yakni pukul 11.00 wita, jalannya Rapat Pleno Rekapitulasi Suara Pilgub Sulut 2015 di Kotamobagu, berlangsung kondusif.

Persoalan yang menjadi penyebab keterlambatan adalah surat undangan yang tidak sampai ke para saksi pasangan calon, akibatnya mereka mendadak dan bahkan tidak sempat membawa mandat.

“Tapi semua sudah bisa dilalui dengan baik dan pihak Panwas Kotamobagu sudah memberikan kesempatan sambil jalan mandat menyusul,” kata Ketua KPU Kotamobagu, Nayodo Koerniawan yang memimpin rapat pleno, Rabu (16/12/15).

Tahap pertama rekapitulasi disampaikan langsung oleh Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Kotamobagu Timur. Secara keseluruhan tidak ada persoalan yang terjadi di wilayah tersebut, hanya saja quorum sempat meminta membuka kotak, untuk memastikan salinan rekap di kertas plano TPS. Dan itu sudah selesai.

“Hampir satu jam Kotamobagu Timur menyampaikan hasil rekapnya, selanjutnya adalah Kotamobagu Selatan, Kotamobagu Barat dan terakhir Kotamobagu Utara. Jadwal pleno kita memang dua hari hingga besok,” jelas Nayodo kepada media ini.

Hadir pada acara itu selain seluruh PPK dan sebagian PPS, ada Personil Panwas Kotamobagu Asram Abdjul dan Hendry Dajoh serta Kepala Badan Kesbang Pol Kotamobagu, Gunawan Damopolii. Dari KPU Kotamobagu sendiri hadir lengkap, Nayodo, Nova Tamon, Asep Sabar, Aditya Tegela dan Iwan Manoppo. (**)

Pemilih KK Hanya 53 Persen

DSC_6002

KOTAMOBAGU – Sebagaimana sudah diprediksi sebelumnya, tingkat partisipasi politik warga Kotamobagu pada Pilgub Sulut 2015 turun benar adanya.

Dari data C1 yang masuk ke desk http:pilkada2015.kpu.go.id dari jumlah pemilih 87.908 yang diperoleh dari daftar pemilih tetap (DPT) dengan DPT Tambahan (DPTb-1) ternyata hanya 46.959 orang saja yang menunaikan hak konstitusinya atau sekira 53 persen.

“Angka tersebut lebih sedikit dari Pemilihan Gubernur tahun 2010 yang mencapai 63 persen, atau turun sebanyak 10 persen. Tapi itulah pilihan rakyat, KPU hanya memfasilitasi mereka agar bisa memilih dan mensosialisasikan kegiatan Pilkada Serentak Tahun 2015,” kata Asep Sabar, Komisioner KPU Kotamobagu yang membidangi data informasi dan humas di kantornya, Sabtu (12/12/15).

Asep benar, dari rincian di desk http:pilkada2015.kpu.go.id pemilih yang menggunakan hak pilihnya melampaui 50 persen adalah di Kecamatan Kotamobagu Barat dan Kotamobagu Utara. Sementara untuk Kecamatan Kotamobagu Timur dan Kotamobagu Selatan tidak mencapai 50 persen.

Rinciannya pemilih di Kotamobagu Barat sebanyak 30.789 hanya diikuti oleh 15.142 orang, Kotamobagu Selatan dari 22.600 hanya 12.718 yang menggunakan hak pilihnya. Untuk Kotamobagu Timur dari total pemilih 21.671 sebanyak 12.839 yang memilih. Terakhir Kotamobagu Utara dari 12.749 diikuti oleh 6.260 saja.

Ketika ditanya bagaimana dengan pemilih yang menggunakan identitas atau DPTb-2 dan pemilih pindahan, Asep mengaku pihaknya belum bisa menjelaskan secara lengkap mengingat data tersebut kini masih berada di tangan PPK (Panitia Pemilihan Kecamatan).

Demikian halnya saat ditanya soal pasangan calon mana gubernur dan wakil gubernur yang unggul di Kota Kotamobagu. Asep meminta kepada media untuk mengamati langsung perkembangan perolehan suara di http:pilkada2015.kpu.go.id.

“Disitu siapa saja bisa dilihat langsung perkembangan jumlah pemilih dan pasangan calon yang unggul. Dan, untuk resminya nanti akan diputuskan pada Pleno KPU Kotamobagu pada Kamis (17/12/15),” pungkas Asep. (**)